22 Januari 2018

Hari yang Produktif Tanpa Listrik

Agung Prasetyo

Menjalani hari tanpa listrik itu menyenangkan banget lho, bahkan kamu lebih produktif berkali lipat. Banyak hal yang bisa kamu lakukan tanpa bertatapan dengan gadget. Penuh keringat tapi sangat berkesan. Cobalah.

Dua hari lalu, listrik dirumah mati, kurang lebih sekitar jam 9 pagi. Masih berfikir positif, mungkin cuma sebentar. Tak lama kemudian, hp pun mati, ya karena biasanya kalau pagi batre sudah low. Menggunakan sedikit batre yang tersisa mencoba mengalihkan perhatian pada laptop. Tak lama berselang, batrepun juga habis. Ya sudah lah.

Bermaksud merealisasikan rencana beberapa hari sebelumnya, ternyata hujan belum juga reda. Siang itu walau masih mendung dan sedikit rintik pergilah kami, mencari polybag dan membeli pupuk. Tidak sesuai yang diharapkan sih, pengenya pupuk kompos ukuran sedang atau karungan, ya akrhinya beli yang ukuran kantong dengan harga lumanyan. Pulanglah kami dengan 20 polybag, ya mau beli sekantong ternyata gak disediakan.

Mediapun kami buat dengan pengalaman waktu itu di taruna tani. Dengan media seadanya tapi cukup komplit sih 12 polyabg pun berhasil. Ya karena medianya sudah habis sih sebenarnya. 

Sore itu, sembari ditemani grimis akhirnya bisa baca buku didepan rumah, dari kemaren berkutat dengan laptop gak sempet baca, akhirnya berjam - jam bisa baca buku terjemahan itu. 

Menjelang mahrib akhirnya kami memutuskan membuat cilok, dari pada nunggu besuk- besuk sudah lah buat saja. Dengan modal dulu pernah bikin bakso dan pernah buat juga dengan sepupu nekat bikin. Gak tangung - tangung 3/4 kilo aci pun siap diolah. 

Setelah Isya malam pun cilok versi coba - coba pun jadi. Dengan tema candlelight kami pun makan cilok alot plus sambel mentah. Puas banget dech rasanya. 

Esuk paginya, kami pun lari pagi, alhamdulilah sudah punya sepatu olahraga dan karena memang sudah direncanakan sebelumnya. Penuh dengan iritasi pahaku, kami pun lari alakadarnya, karena kesehatan itu juga investasi. Sampai di titik kecamatan, kami pun sarapan nasi uduk, cukup 5ribu sudah makan kenyang dan enak. Sebelum pulang mampir dulu dech beli kebutuhan pribadi di Warung kelontong yang cukup terkenal di kecamatan. 

Diemani grimis dan sedikit becek kami pulang melewati jalan yang jarang kita lewati, tapi sebenarnya pengen santai jalan sih solanya kalau dijalan raya harus hati banyak kendaraan terutama roda empat yang gak bisa buat jalan berjajar. 

Sampai dirumah langsung beraksi nhi. Melanjutkan polybag yang tertunda, sabtu lalu, setelah campur media akhirnya bukan hanya 8 polybag yang terisi bahkan dua gundukan kecil pun berhasil dibuat ye. Sembari menunggu hujan reda, foto pun berhasil dipasang dan kunci pintu pun sekarang lebih rapi dan berkerja dengan baik. 

Lanjut menanam lompong, tanpa terasa sudah 10 lompong tertanam ditepi parit. Menjelang petang, tanpa pikir panjang dan kebetulan semen juga tersedia, sedikit dech merapikan tangga kecil dan mengecor bagian bawahnya. 

Tanpa disadari dua hari tanpa listrik ini begitu berarti, tanpa gadget ternyata ada banyak hal yang bisa dilakukan merealisasikan rencana - rencana sebelumnya bahkan lebih. Matinya lampu ternyata begitu postif bukan hanya butuh terasa lebih segar bahkan rumah lebih tertata dan rapi. 

Coba dech luangkan sehari saja tanpa gadget, terasa bebas tanpa beban mengerjakan waktu terasa lebih berarti dan tidak terasa berlalu cepat begitu saja. Jadi ketagihan nhi tanpa gadget setiap weekend

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar