07 Mei 2018

Meniti Kejernihan Taman Sungai Mudal

Agung Prasetyo

Kulon Progo - Sungai menyimpan begitu banyak potensi, termasuk Sungai Mudal. Wisata bernuansa sungai ini begitu jernih dan Indah. Sepintas tentang Ekowisata ini pasti kita akan bertolak pada aliran air sungai. Terus apa bedanya degan sungai lainya. Ternyata setiap wisata punya keunikanya masing - masing. Ciri khas yang suatu wisata hanya terdapat pada satu titik dan tidak dapat kita temukan di tempat lain. Itulah kenapa tidaka ada ruginya bila kita menyempatkan diri mengunjungi semua tempat wisata.


Namanya yang sudah terkenal tentu menarik perhatian saya, terlebih saya juga memperhatikan bagaimana suatu sungai dikelola menjadi wisata seperti Kali Cemara. Sungai mudal terletak didataran cukup tinggi, searah degan Sungai Pedut dan Hutan Pinus Kali Lo jika dari arah Jogja. Rasa penasaran menghantui pikiran saya, kalau sebelumnya hanya melihat dari gambar, mari kita lihat lebih nyata lagi.

Ekowisata Sungai Mudal memang menawarkan air. Keindahanya begitu terlihat dari sejumlah air terjun yang begitu jernih. Air ini mengalir disela - sela batu cadas yang kuning seperti aliran mata air. Selain itu, rumput - rumput air disekitar air terjun juga menambah kesan asri lokasi wisata ini. Bukan hanya satu tapi ada banyak air terjun yang cocok buat latar selfie ini. Air terjun ini secara bertingkat tingkat dan yang paling besar ada dibawah kolam/ kedung utama. Pengunjung dapat menyusuri bantaran sungai dari yang bertingkat ini dari taman yang paling atas dengan tulisan Sungai Mudal di dinding tebing hingga bagian paling bawah yang ada kolam besarnya juga yang masih direnovasi.
Menikmati Taman Sungai Mudal bukan hanya sekedar selfie saja. Hanya dengan tiket Rp. 6 ribu perorang, setiap pengunjung boleh mandi di kolam sungai atau kedung yang jumlahnya sektiar 4 kedung. Air yang jernih dan bersih membuat siapa saja tidak segan ingin terjun. Kalau lupa bawa baju ganti sudah ada yang jual kok. 

Sungai mudal juga punya camping ground bahkan bisa menampung hingga 100an orang. Harganya cuma 25 perorang sudah free parkir dan biaya masuk. Nah kalau yang mau pinjem Joglo, juga sudah ada yaitu hanya Rp. 200 ribu saja per hari. Taman yang telah dibina oleh PLIN ini punya fasilitas yang lengkap, selain insfratruktur yang sudah cukup kokoh berbagai sarana wisata tersebut juga sudah cukup lengkap bukan untuk rombongan. Kalau mau jajan juga ada yang jual mendoan juga lo. Harganya miring banget dech. Gak ada yang mahal ditempat ini pokoknya. 
Kedatangan saya pertama kali ke wisata ini langsung tertuju pada banner besar di depan pintu masuk. Ada banner PLN yang gede banget tu. Bahkna di dalam sono juga ada semacam kantor PLN yang permanen dan bagus. Benak saya langsung tertuju pada pertanyaaan apakah ini yang bikin PLN ya?, tapi saya masih merasa belum puas, biasanya lokasi sepert ini dikembankan secara swadaya. Alih - alih iseng saya ngobrol dengan salah seorang pengurus disana. 

Sungai Mudal ini pada awalnya digarap secara sukarela oleh segelintir orang, bahkan orang yang dianggap dalam tanda kutip. Sejak tahun 2015 area sungai yang kotor diberishkan. Jangan dikira dulu sudah bersih gitu. Ada banyak pempers yang dibuang disungai. Secara berangsur - angsur sungai diberishkan lalu tanaman - tanaman hias atau sering disebut petetan ditanam sehingga menjadi taman yang asri. Lahan - lahan yang jadi area jalan dan taman mulai disewa. Selain itu, PLN memberikan support kepada pihak pengelola yang sekarang ini bernaung dalam wadah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dengan nilai CSR 80an. 

Saya sangat mengapresiasi getir pahit perjuangan para pemuda tersebut, dimulai dengan banyak cemooh kini menjadi contoh. Sekarang ini mereka sudah bisa menikmati hasilnya, banyak dibantu diapresiasi oleh pihak luar, bahkan sudah masuk tivi juga lho. 

Kini sudah sekian banyak orang yang bekerja di Ekowisata ini, kas - kas pun sudah terisi bahkan pihak desa pun juga sudah mendapat perhatian dana dari tempat ini. Sungai mudal memberikan banyak kesan dan inspirasi bagi saya bagaimana mengelola suatu potensi wisata, sumber daya manusia menjadi kunci dibukanya tempat ini. Bahkan inspirasi ini banyak tertular hingga hampir setiap Padukuhan di Desa tersebut sudah punya tempat wisata masing - masing. 

0 comments:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar